Mengatasi gatal saat hamil

Salah satu tips pertama yang saya dapat semenjak kehamilan dimulai adalah: Jangan menggaruk badan yang gatal saat hamil. Pada waktu mendengar ini, kehamilan saya baru pertengahan bulan ketiga dan belum merasakan kegatalan.

Di bulan Desember 2010 yang lalu, saya sempat mudik ke Jakarta dan kembali lagi awal Januari 2011. Di pesawat saya duduk bersebelahan dengan seorang bapak yang bekerja di Hongkong. Begitu tahu saya hamil, beliau langsung kasih saran kalau sudah masuk bulan ketujuh dan merasakan gatal-gatal di sekitar perut, janganlah digaruk. Katanya lagi itu berarti sang janin sedang tumbuh rambut. A little ‘off’ logic, I think, karena rambut bayi dan perut ibu kan tidak langsung bersentuhan… Anyway, gatalnya memang benar terbukti.

Lanjutnya, kalau gatal digaruk maka bisa jadi meninggalkan bekas yang cukup dalam dan lama hilangnya. Bahkan bisa tidak hilang sama sekali. Dan ini belum termasuk yang namanya stretch marks!!

Bertahun-tahun rajin (rajin level 7.5-8 dalam skala 1-10 hehe) merawat tubuh dengan body lotion, sunscreen, scrub, dan luluran, tentunya saya tidak mau semuanya itu sia-sia. Saya pun a deep note in mind soal gatal-garuk ini.

And guess what? It happens! Awalnya hanya gatal sedikit di perut bagian depan, yang saya awalnya duga karena karet celana (celana hamil kan ada karetnya gitu). Tapi kemudian saya teringat, dan benar saja, kegatalan makin bertambah dan tanpa sengaja saya menggaruk perut di malam hari. Esoknya, pas mandi barulah sadar ada banyak carutan merah disana-sini.. Menyeramkan! Apalagi pada saat itu, masih musim dingin dan kering. Carutan tipis kecil yang seolah tidak berbahaya bisa berubah jadi sangat perih dan menimbulkan bekas yang lama hilangnya.

Gatalnya pun menyebar dari perut turun ke paha. Dan lagi-lagi tanpa sengaja tergaruk dan berbekas. Mengerikan.

Pada saat konsultasi reguler ke bidan pun saya mengutarakan masalah ini, dan memang tenaga medis disini yang (sedikit) anti obat, as always, cuman bilang: “oh, itu biasa, soalnya perut kamu lagi membesar…” dan sarannya adalah perbanyak minum air. Kalau sudah tidak tahan maka disarankan untuk pakai Menthol Poeder. No other medication. Just water and menthol powder.

Image and video hosting by TinyPic

Karena because I’m just as paranoid as anyone could be, tentunya saya tidak yakin begitu saja kalau dengan kekuatan air + menthol maka kegatalan akan berkurang. Saya pun beli peralatan tambahan berupa Vaseline Cocoa Oil dan Palmer’s Cocoa Body Lotion. Kebetulan tahunya dari iklan-iklan di tv dimana ada seorang aktris Emily Procter (Calleigh Duquesne-nya CSI Miami) yang sedang hamil besar dan mengiklankan Palmer’s untuk mengurangi stretch marks di perut buncitnya.

Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

Setiap sehabis mandi, saya tidak lupa membalurkan vaseline, kemudian lotion, dan menthol poeder sebagai lapisan terakhir. Lumayan, selain mengurangi gatal, juga mengurangi cetakan-cetakan yang ditinggalkan pakaian dalam ke kulit.

Selain itu, mertua saya juga menyarankan untuk memakai minyak kayu putih kalau gatal. Terkadang, kalau malam, saya menggunakan minyak kayu putih karena selain menghangatkan, memang ampuh juga mengurangi gatal.

The bottom line is: hati-hati menggaruk gatal saat hamil, karena sampai sekarang saya punya beberapa bekas perjuangan di paha atas, perut, dan bahkan tangan kiri. Semuanya itu meninggalkan bekas dan sepertinya tidak akan hilang seumur hidup… Hiks..

About these ads

9 thoughts on “Mengatasi gatal saat hamil

  1. Kita mengalami nasib yg sama Kan :(. Cm klo gw dr awal emg udh ga rajin make2 lotion gt krn ga mo ambil resiko ada bahan/materi dlm produk itu yg berbahaya utk janin, jd nyesel bgt pas udh berhias stretchmarks. Mana klo pas lg hamil kan dia emg ada warnanya ya (merah/hitam gt). Kata dokter gw si ntar klo baby-nya udh lahir akan berubah warna jd putih. Klo gw d perut blm ada (alhamdulillah), tp di pangkal paha dan betis, belakang lutut (dulu gw pikir itu varises, ga taunya stretchmarks). Pas ngegaruk jg banyakan ga nyadarnya T-T

    Anyway, ada forum bagus yg curhat dan berbagi tips soal stretchmarks ini di the urban mama. Perhaps it will help to reduce the anxiety, soalnya malah ada ibu2 yg justru malah menantikan stretchmarks itu loh (believe it or not), she said it kinda sign/prove our struggle as a Mom (get pregnant n delivering the baby) :). Klo gw sih, cb ambil jalan tengahnya aja. Selama suami ga komplain (melirik tajam k Eko sambil ngasah kuku dan najemin gigi), I think it’ll easier for me to accept the fact that I have it ^-^(for the rest of my life :’( )

  2. hm.. Menanti2 stretch marks? Are you sure? Yang pasti sih gw engga :) karena spt yg bapak di pswt bilang: ‘kamu kan hidup juga untuk suami…’ selain itu gw sendiri juga ogah punya kulit kusam walau skr lg tumbuh 1-2 jerawat :’( dan itu juga perangnya mati2an :P

    gw sendiri punya pemikiran kalau perempuan (laki2 juga) itu harus perhatian sm diri sendiri, krn org yg tdk memperhatikan diri sndiri is just sad.. No self actualization, just a human being, or worse: a living zombie…

    Dan nanti di hari tua sudah pasti keriput bermunculan.. Ga perlu diperparah dgn stretch marks juga kan? ;)

  3. Aq skrang hamil 5 bulan gatal diperutqu semakin banyak trus ad bekas kulit kayak terkelupas kirain itu kotoran dbadan tp tiap abis mandi aq ilangin gk ilang2.. Itu ap y obatx biar kulit tetep mulus walopun lg hamil.. Mkasih

    • halo mbak lylisdiayunita, maaf bary reply, kalau kotoran badan seperti itu mungkin daki atau sisa kulit mati yang banyak keluar karena kulit badan yang melar karena perut membesar.. coba saja mbak pakai scrub atau lulur yang ada scrubnya, pakainya 1-2 kali seminggu lalu sehabis luluran, jangan lupa oleskan body lotion ya

  4. Mbak Kan…sama ternyata :( padahal saya gak garuk2 lho,cuma dielus2 aja bagian yang gatelnya..ternyata yo tetep berbekas :( I have stretchmarks on my sexy belly :P kalo dilihat di cermin sih g seberapa kentara, tapi tetep aja aneh :( btw, lagi hamil untuk yg ke-2x nya kah mbak?? Congrats :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s