Letters To Juliet

Film ini cukup mengejutkan juga, awalnya saya kira cuman ‘biasa aja’ eh ternyata cukup menarik juga. Ceritanya tipikal romcom yang ringan dan punya rentang waktu cerita yang pendek. Yang paling menarik di film ini adalah Amanda Seyfried yang punya wajah mirip anak kecil tapi bisa tampil dewasa. Sepertinya, wajah Amanda ini dirasa cocok (oleh produser Hollywood) kalau di lokasi-kan di Eropa. Sebelumnya Amanda Seyfried bermain di Mamma Mia! bersama Meryl Streep.

Cerita film Letters dimulai dengan tokoh Sophie yang bekerja sebagai fact finder di majalah New Yorker. Ia akan segera menikah dengan tunangannya Victor, pemilik restoran yang sangat sibuk. Saking sibuknya, mereka memutuskan untuk bulan madu terlebih dahulu sebelum menikah. What a culture *lol* Sophie dan Victor pun pergi ke Italia untuk bulan madu. Sesampainya disana, Victor malah lebih sibuk mendatangi para supplier bahan makanan, karena memang Victor akan segera membuka restoran Italianya di New York. Sophie pun terpaksa jalan-jalan sendirian.

Sophie kemudian mengunjungi Casa di Giulietta (Juliet’s House) di Verona dan melihat ada banyak perempuan yang menulis surat kepada Juliet. Surat tersebut ditempelkan di dinding bata rumahnya Juliet. Setelah menunggu, Sophie melihat ada perempuan yang mengambil semua surat-surat itu dan membawanya pergi. Sophie yang penasaran pun mengikuti. Rupanya ada sekelompok perempuan yang menamakan diri mereka Sekretaris Juliet, yang bertugas menjawab semua surat-surat yang tertempel. Sophie akhirnya memutuskan untuk bergabung. Toh, dia selalu ditinggal Victor jadi ia punya banyak waktu sendirian.

Suatu hari, Sophie tidak sengaja menjatuhkan sebuah batu bata dan menemukan surat di dalamnya. Surat itu ditulis sejak 1957 dan belum pernah dijawab. Isinya tentang gadis Inggris bernama Claire yang sedang summer course di Italia. Claire bertemu pemuda bernama Lorenzo dan mereka jatuh cinta. Sayangnya, Claire harus kembali ke Inggris. Claire bingung harus memilih yang mana, dan ia pun menulis surat ke Juliet. Walaupun sudah lebih 50 tahun berlalu, Sophie memutuskan untuk membalas surat Claire.

Claire pun datang dari Inggris beserta cucunya yang sinis bernama Charlie. Nah, kalau dilihat dari alur romcom, bisa ditebak kalau inilah tokoh utamanya. Charlie bertolak belakang dengan Sophie dan Claire. Charlie sinis dan sebenarnya tidak mendukung neneknya untuk kembali ke Italia untuk mencari first lovenya. Namun, karena keluarganya hanya tinggal sang nenek, Charlie pun tidak tega. Sophie, Claire, dan Charlie pun mengadakan misi pencarian Lorenzo Bartolini di daerah Siena, Italia, dan ternyata pria bernama Lorenzo Bartolini ada banyak disana.

Anyway, film ini happy ending dan win win solution. Yang menarik adalah akting tokoh laki-lakinya yang berubah dari menyebalkan, kemudian awkward setelah ia tahu kalau ia naksir Sophie, sampai akhirnya benar-benar tidak gengsi lagi. Untuk faktor humornya, yah, masih banyaklah film lain yang lebih lucu. Satu lagi yang menarik, Gael Garcia Bernal bermain jadi tokoh laki-laki kedua? Really? Star powernya sudah turun rupanya…

So, was it worth of your 15-50rb? Not really. Don’t waste your precious hard earned money on this film unless you’ve got nothing to watch and you’re dying for entertainment (which was the reason I watched this film). I give 3.5 out of 5 stars.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s