Baby Prep 4: Daycare and Toeslag

Image and video hosting by TinyPic
Daycare is a dilemma right now. Mencari daycare atau nursery atau kinderopvang yang dekat rumah ternyata amat sangat susah. Entah karena kami tinggal di Amsterdam area yang cukup padat (untuk ukuran Belanda, bukan Indonesia loh) atau karena waktunya yang terlalu mepet. Padahal kami mulai mencari-cari sudah dari bulan lalu saat saya masih hamil 6-7 bulan. Memang sih saya sudah diwanti-wanti katanya orang sini punya kebiasaan planning and booking dari jauh-jauh hari. Contohnya ya buat urusan anak, anaknya belum lahir tapi udah siap segala rupa. Contoh lain liburan musim panas atau akhir tahun yang sudah diiklankan dari akhir tahun sebelumnya! Supaya bisa cepat beres.

Karena ini kali pertama dan masih terbawa kebiasaan Indonesiawi, kami pun masih berpikir: nanti sajalah. Kalau kata guru SD saya dulu, kebiasaan tembak-menembak: “tar tar tar.” Jadilah sekarang kelimpungan karena untuk daycare mulai September saja kami masuk ke waiting list… Tapi, sepertinya angin peruntungan akan berubah karena beberapa daycare sudah menghubungi kami dan menyatakan kesediaan tempat.

Sempat kepikiran untuk membawa Au Pair atau nanny. Sebenarnya saya tidak tahu apa bedanya, tapi sepertinya au pair itu biasanya tinggal di rumah majikannya. Yah, mirip babysitter/nanny juga, tugasnya selain jaga anak juga bisa termasuk bersih-bersih dan belanja. Belanda termasuk dalam negara yang mengeluarkan visa khusus au pair dengan jaminan dari calon majikan, tentunya. Asuransi, tiket pesawat, gaji, dan jadwal kerja sang au pair harus ditentukan dari awal dan dikirim ke kedutaan untuk proses visa. Singkat kata: ribet.com! Belum lagi kalau ternyata au pairnya tidak betah dan homesick…

Kalau untuk nenek-neneknya sih sepertinya mereka mau saja, tapi ya harus terbentur masalah visa dan ijin tinggal yang maksimal 90 hari. So, right now, daycare or nursery or kinderopvang is the answer.

Daycare disini juga berbeda-beda mulai dari lokasi, harga, sampai interior. Sudah tentu daycare dengan hourly fee terbesar mempunyai lokasi paling menarik, mudah dicapai, dan punya interior yang bagus. Daycare yang mahal itu juga menawarkan English group, jadi carer-nya berkomunikasi dengan anak-anak menggunakan bahasa inggris. Ada juga daycare lain yang tidak punya kelas english tapi punya program andalan untuk mengajarkan bahasa belanda ke anak-anak dari usia dini. Katanya ini akan berguna sekali bagi anak dari keluarga non-belanda agar mudah integrasi dan belajar di sekolah umum nanti. Sekolah dasar disini dimulai pada usia 4 tahun dan… GRATIS!

Yang menarik dari prosesi ‘hah-huh’ daycare ini adalah bertambahnya pengetahuan saya tentang toeslag atau tunjangan pemerintah (somehow sepertinya kata itu juga digunakan di Indonesia raya). Pajak penghasilan disini memang ajegile mantapnya (mantap potongannya). Semakin besar penghasilan, semakin besar pula kontribusi pajak. Bisa sampai 40% dari gross income. Tapi, kontribusi tersebut terasa, mulai dari fasilitas umum sampai urusan anak. Di Belanda, setiap anak berhak mendapat tunjangan daycare yang dihitung dari kondisi keluarga, gaji orang tua, banyaknya jam (waktu) per bulan, dan harga per jam. Potongan biaya bisa sampai 75% bahkan lebih, jika orang tuanya single parent atau berpenghasilan kecil. Selain itu, setiap anak juga mendapat tunjangan tunai dari pemerintah sebesar € 190 per 3 bulan. Untuk yang punya anak lebih dari satu, jumlah toeslagnya pun lebih besar daripada yang beranak satu. Untuk anak kedua, ketiga, dan seterusnya, jumlah toeslag anak tersebut akan jauh lebih besar ketimbang toeslag kakak sulungnya.

Herannya, walau sudah dipermudah oleh pemerintahnya sendiri, orang-orang disini tidak serta-merta beranak-pinak seenaknya. Ada kolega di kantor yang malah mengatakan kalau untuk urusan hamil itu nanti saja kalau dia sudah tua, dan umurnya sendiri saat ini sudah 33 tahun. Kalau di Jakarta, sudah diterpa angin ribut keluarga yang bertanya-tanya: “kapan nikah?” atau “kapan punya anak?” malah ada yang lebih parah, “kapan bikin adiknya?”

Anyhoo… hopefully I could find a nice and suitable daycare for my baby.

12 thoughts on “Baby Prep 4: Daycare and Toeslag

  1. 3-4 bulan, begitu gw mulai masuk kerja lagi… Kan cuti gw cuman 3 bulan sehabis melahirkan dan abis itu gw mesti masuk kerja lagi 😦 dan memang disini biasanya gtu juga..

    Oiya, one more finding: Kalo ortunya salah satu tdk bekerja ga akan dikasih toeslag untuk daycare krn dianggap anaknya akan diasuh sm ortu yg ga kerja itu

  2. Kan, Iang (sebagai suami elo :P) dapet cuti juga ga? Parental leave gitu? Hmmm… 3-4 bulan cuti melahirkan, ga beda jauh yah ma cuti melahirkan di Indonesia?

    • ga beda emang, tp disini 1 bulan sblm due date sama 3 bulan sesudah due, jd total 4 bulan.. kalau di Indonesia, 1.5 bln sblm due sama 1.5 bln sesudah due, jd total 3 bulan..

      kalo Iang dpt cuti tp cuman 2 hari doang😛

      • Olin, elo di Denmark kan ya? *sotoy*

        Di sana parental leave itu 52 minggu alias 1 tahun loh😛 50 minggu buat si ibu dan 2 minggu buat si bapak.

  3. Salam kenal Kania,

    Namaku ferdi, kebetulan aku & istri sedang berencana melanjutkan study ke belanda dalam waktu dekat ini.

    Terkait mengenai day care, kebetulan anakku usia 4thn, apakah kania bisa shared pengalaman atau info mengenai biaya day care di belanda & apa saja persyaratannya? Mohon bantuannya ya.

    Terimakasih🙂

    Salam,
    Ferdi

    • Salam kenal juga Ferdi,

      Kapan rencana mau kesini? Nanti bakal stay / kuliah dimana? kalau anak sudah umur 4 tahun, disini itu sudah masuk sekolah kelas 1. Sekolah disini gratis. Tapi, karena anak saya masih bayi jadi saya belum paham betul soal proses pendaftaran sekolah. Setahu saya, anak SD (kelas 1 sampai 8, cmiiw) jadwal kelasnya cuman sampai siang hari. Kalau kebetulan Ferdi dan istri bekerja/kuliah siang hari, bisa ikutan daycare juga tapi bukan full day, dan namanya naschoolse opvang. Tarif per jam bisa sekitar 6-7 eur. Untuk biaya, bisa mengajukan toeslag. Aplikasi desktop pc-nya bisa didownload di toeslagen.nl

      Tapi, untuk bisa mengurus toeslag, harus punya nomor ijin tinggal resmi (MVV) untuk masing2 orangtua. Kalau sudah ada MVV dan sudah download aplikasi toeslag, isi semua data di aplikasi lalu send (komputer harus terhubung dengan internet).

      Oh ya, sebelum mengisi data, harus terlebih dahulu mendaftarkan anak ke daycare. Untuk daycare sendiri, mereka selalu punya peraturan daftar/cancel 2 bulan sebelum waktu join/keluar.

      Ya, segitu saja sih yang saya ingat. Kalau masih ada yg mau ditanyakan, silahkan loh🙂

  4. So sorry kania, aku baru sempat balas lagi.. Maklum kejar setoran🙂
    Sebenarnya agak mendadak, karena kita juga baru dapat kepastian dari sponsornya juga baru jumat minggu lalu… Rencananya kita ikut perkuliahan yang februari 2012… Kebetulan istriku sudah keterima di utrecht university untuk bidang study international business law, dengan pengantar bahasa inggris..

    Makanya kita lagi ngejar ngurus perizinannya, seperti visa dan lain2nya.. Mungkin kania punya pengalaman pribadi terkait pengurusan izin dllnya, kalo berkenan n tidak merepotkan, mungkin bisa dishared ke kita…

    Btw, kania sendiri tinggal di didaerah mana? Ikut suami, study atau kerja?

    Thx alot ya atas bantuannya🙂

    Salam,
    Ferdi

    • Kalo soal perijinan, saya tidak begitu mengerti, soalnya saya kemari juga pakai visa family reunion, dan setelah pindah kebetulan juga dapat kerja. Jadi, sekarang saya ikut suami dan juga bekerja. Saya tinggalnya di Amsterdam, ga terlalu jauh dari Utrecht, ya sekitar 15 menit-an lah kalau naik kereta🙂

      Ferdi tinggal dimana skr? Kebetulan Desember ini saya dan suami serta anak rencana mudik ke Indonesia selama 1 bulan, habis itu kembali lagi ke Amsterdam. Kalau ada waktu, boleh atur ketemuan dimana gitu? Saya dan suami tinggal di Jakarta.

      • Hai kania..

        Trims sebelumnya atas bantuan info2nya.. Memang ada beberapa hal yang aku butuhkan informasinya seputar tinggal di belanda.. Aku tinggal di jakarta.. Kapn ada waktu, boleh juga kalo bisa ketemuan dgn kania n family di jakarta.. Rencananya kapan ke jakarta? Trims.

        Ferdi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s