Pengalaman Melahirkan Anak Kedua

mia oil

Ada yang bilang kalau melahirkan anak kedua (atau ketiga dan seterusnya) lebih mudah dan cepat dari anak pertama. Pengalaman saya memang membuktikan demikian, namun ada satu hal yang tidak diutarakan oleh para ‘expert’ lainnya, yaitu ekspektansi rasa sakit. Bukannya saya ingin mengeluh atau bagaimana, hanya menginformasikan tentang keadaan sesungguhnya saja.

Anak pertama dan kedua saya keduanya lahir normal dan natural, tanpa pain killer atau induksi dan sebagainya. Bedanya, pada proses kelahiran anak pertama, saya masih buta dan belum ada pengalaman sama sekali. Sehingga semua rasa sakit saya terima dan rasakan selama total 24 jam dari mulai kontraksi ringan hingga lahirnya Si Kakak. Proses lahirnya sendiri, ngeden 65 menit, termasuk lama dan mulai membuat bidan gerah dan deg-degan karena takut ibu dan bayi sama-sama keletihan. Si Kakak juga lahir dengan suhu tubuh 35 derajat celcius dan kami harus tinggal di rumah sakit sampai suhu tubuhnya berada diatas 36,5 derajat celcius. Entah karena proses yang cukup memakan waktu, sehingga adrenalin dan oxytocin dikeluarkan oleh kelenjar-kelenjar hormon, saya tidak terlalu merasakan sakit. Kalaupun terasa mungkin saya sudah lupa.

Dengan anak kedua, ekspektansi saya berubah. Saya sudah tahu kapan akan sakit dan bagaimana sakitnya. Kontraksinya sendiri saya rasakan selama hampir dua hari penuh dan bidan sampai tiga kali datang ke rumah untuk periksa. Dua kunjungan pertama, bidan menyatakan, walau sudah kontraksi tiap lima menit, masih 2 cm dilation. Belum cukup untuk mulai lahiran dan pergi ke rumah sakit. Kunjungan ketiga, barulah kami berangkat ke rumah sakit. Memori rasa sakit pun mulai teringat. Apalagi ketika bidan memecahkan ketuban dan menyatakan sekarang dari bukaan 6 ke 10 hanya butuh satu jam.

Suddenly, saya teringat bahwa bagian speed up ini yang sangat sakit hingga tidak bisa jalan. Saya teringat dulu butuh 2-3 jam untuk sampai ke 10 dan siap lahiran. Karena ini anak kedua, bidan mengatakan tidak butuh waktu lama untuk sampai 10. Saya sudah tidak peduli lagi karena rasa sakit mulai datang, begitu pula ingatan saya akan proses lahiran yang pertama. Saya ingat juga kalau punggung sudah mulai pegal, maka gelombang kontraksi hebat pun akan segera menyusul. Setelah hampir satu jam mandi air hangat dengan shower untuk melepas sedikit rasa sakit kontraksi, saya kembali ke kamar. Bidan menyatakan sudah bukaan 10. Karena posisi punggung bayi ada di bagian kanan (bayi seolah-olah tidur miring) maka bidan menyuruh saya untuk ngeden dalam posisi miring pula, miring ke kiri, bukan terlentang atau tiduran dengan punggung di kasur, dan kaki kanan diangkat. Yeah imagine that😀 Tiba-tiba saya teringat proses anak pertama yang 65 menit, karena sekarang harus miring dan juga sudah tahu sakitnya seperti apa, saya bertekad tidak akan lama-lama ngeden. Setelah dorongan pertama selesai, suster bilang “wah (bayinya) rambutnya banyak!” saya langsung dorong sekuat tenaga dan plop! 10-15 menit kemudian, bayi sudah saya gendong. Alhamdulillah…

6 thoughts on “Pengalaman Melahirkan Anak Kedua

  1. Selamat yah Kan, udah melawati dua kelahiran dengan normal. Abis baca cerita elo, gw jadi takut punya anak ke2 nih. Kembali lagi inget proses melahirkan yg gw alami.

    • weehehe nanti gw disalahin sama suami lo lagi kalo2 dia pengen anak kedua😀 tapi emang sih gw juga on hold dulu lah anak ketiga dst… maunya sih satu lagi aja tapi nanti kali ya kalo udh pada sekolah kakak2nya

  2. Pas gw hamil, suami gw udah ribut pengen punya anak ke2 selisih 1 atau 2 thn aja. Abis gw melahirkan, saat itu juga gw bilang gw mau punya anak lagi ntar2 aja kalau gw udah lupa rasa sakitnya, kecuali dia yang mau melahirkan. Abis itu diam deh dia😛. Gw juga pengen punya 3 anak, kayaknya seru deh rame2 di rumah (atau repot yah? :P). Cuman gw ga tahu kapan gw berani punya anak ke2 dulu.

  3. idem sama Kania. Walo gw c-sect dua-duanya tapi ttp lah ya mersakan kontraksi yg very painful itu (walo ga sampe ngeden2). Krn pas anak pertama gw diinduksi, dan yg kedua setelah hampir 5 menit sekali kontraksinya dateng tp dilatasinya masi 2 terus, gw nyerah karena takut bekas c-sect yg pertama ketarik (kata suster klo udh berasa kaya ketarik mesti cpt2 bilang krn takutnya kebuka didalem bekas lukanya). Bravo dan salute utk kalian yg pd lahiran normal, to endure such pain. Pantes pd bilang surga ada di bawah telapak kaki ibu ya ^-^.

    • Perjuangan melahirkan itu berbeda setiap orang, tapi bukan berarti yg satu lebih berpahala atau lebih mulia dari yg lain, karena mau gimana juga proses melahirkan itu hidup-mati taruhannya. Lahiran normal mesti sakit2an sebelum melahirkan dan sesudah karena biasanya pas ngeden pantat-punggung-paha semua tegang jadinya pegel2 sampe seminggu. SC mesti tahan2 rasa sakit sisa operasi dan harus jaga2 jahitan supaya ga bocor. Semuanya high risk. Bravo untuk semua ibu di dunia!😀

  4. Wah,selamat yaaa dan salut uda 2 anaknya.

    Saya jadi ingat proses persalinan anak pertama saya. Subuh saya uda ada flek, jam 8 pagi sms dokter, dokter bilang ke RS jam 9. Trus gw santai2 aja, kontraksi juga ga berasa. Sampai di RS baru ketemu dokternya jam 10 dan dicek uda bukaan 3. hoho.. Alhasil gw disuru ganti baju utk bersalin dan suami gw diusir pulang sama dokternya dan setelah bayinya lahir bakal dikabarin (galak jg yaaa ;p). Mulailah gw urus administrasi dan persiapan bersalin sendirian. Gw diglicerin, abis itu dihitung jmlh kontraksi dan jeng jeng jeng selamat datang di ruang bersalin (hi.hi.hi). Jam 12 siang gw masuk ruang bersalin dan dokter datang lagi utk cek bukaan dan trnyta uda bukaan 4 (ttp msh blm berasa kontraksinya). Pokoknya secara berkala si dokter dtg utk cek bukaan, gw berasa lama bgt and sedikit deg2an. Mulai bukaan 6 gw mulai mules kyk dtg bulan (tp lbh sakit), mulai deh atur nafas; praktekin teknik hynobirthing dr website yg srg gw browsing2. Akhrnya bukaan 9 si suster mulai ngelatihin ngeden, gw disuru miring ke kanan n angkat kaki kiri. Akhirnya bukaan 10 uda terlentang lagi dan 3 kali ngeden sekencang2nya ploooppp keluar deh babynya. Dan yg bikin surprise ternyata babynya cowo, pdhl selama USG dokter bilang cewe😀 Total persalinan anak pertama sekitar 5 jam 50 menit. Skrg babynya 11 bulan uda mulai bawel, mg2 pas anak pertama uda 2 thn, bisa hamil anak kedua ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s