Soto Betawi

Rencananya hari ini mau jalan-jalan sambil mencari Bengkoang di daerah Bijlmer, tepatnya di Amsterdamse Poort. Karena ada kawan yang mengatakan kalau dia pernah melihat bengkoang dijual di salah satu toko disana. Kata “toko” sendiri dikenal di Belanda sebagai tempat yang menjual bahan makanan asia terutama Indonesia atau Suriname. Makanan Suriname sendiri tidak jauh berbeda dari makanan Indonesia. Well, sebagian ada kesamaan lah. Seperti singkong goreng yang direbus terlebih dahulu sebelum digoreng. Di kaki lima Indonesia mudah sekali menemukan singkong macam itu kan? Nah, kalau Suriname menyebutnya sebagai “Telo”, dimakannya sebagai karbohidrat utama biasanya dengan ikan goreng yang disuwir-suwir. 

Back to story, ternyata sepanjang perjalanan saya kurang konsentrasi mencari karena angin sangat kencang dan memang bukan daerah jajahan juga. Masuk sana keluar sini, eh malah nemu islamitische slagerij alias tukang daging islami which is so pasti 100% halal. Ternyata mereka menjual jeroan seperti kaki/kikil, paru dan babat. Mata saya pun langsung berbinar-binar melihat jeroan. Di tukang daging dekat rumah tidak ada yang jual jeroan. Kalau ditanya “hebt u runderlong (paru sapi)?” dijawab dengan “nee” dan muka heran. Apalagi kalau tanya kaki dan babat.

Begitu ketemu tidak langsung beli, sempat jalan-jalan dulu lalu kemudian galau. Kapan lagi beli paru? Ya sudah beli saja kebetulan murah hanya 3,50 euro per kilo. Sempat juga tergoda membeli kikil tapi nanti lah kalau sudah punya pressure cooker, yang belinya pun masih iya-tidak-iya-tidak karena bingung kalau beli takut jarang dipakai. Mungkin memang sudah waktunya beli karena sudah menemukan kikil (yay!). So Gulai Tunjang picture and recipe will be posted here soon too! Untuk sementara kita Soto Betawi saja dulu ya.

Bahan 1:
500 gram Daging sapi (campur dengan jeroan, sesuai selera)
4 cm Lengkuas
2 sdt bubuk Jahe
500 ml air

Bahan 2:
1 sdm Merica bubuk
1/2 sdt Jinten bubuk
1 sdt Ketumbar bubuk
1 sdt Pala bubuk
3 butir Kemiri disangrai (masak tanpa minyak sampai sedikit kecokelatan)
5 siung Bawang merah
4 siung Bawang putih
Garam
1 sdm Mentega

Bahan 3:
1 blok Kaldu sapi
200 ml Santan
200 ml Susu
2 lembar Daun salam
1 batang Sereh dipipihkan

Bahan 4:
4 buah Kentang, kupas dan potong kotak-kotak
2 buah Tomat, potong per tomat menjadi 8 bagian
4 batang Daun Bawang, iris halus

Tambahan:
Minyak goreng
Emping/Kerupuk sesuai selera
Bawang goreng

Cara memasak:

  1. Rebus semua Bahan 1 hingga daging empuk kemudian tiriskan daging.
  2. Goreng daging dengan minyak goreng panas hingga separuh garing.
  3. Haluskan Bahan 2, kecuali mentega, kemudian tumis dengan 2 sdm minyak goreng hingga harum. Setelah harum masukkan mentega dan tumis hingga mentega meleleh dan tercampur.
  4. Setelah Bahan 2 masak, masukkan Bahan 3 dan aduk dengan rata secara berkala. Pastikan santan tercampur rata dan tidak pecah-pecah.
  5. Masukkan kentang dan masak hingga kentang sedikit melunak.
  6. Masukkan air sisa rebusan Bahan 1 dan masukkan tomat serta daun bawang.
  7. Kecilkan api dan aduk rata hingga mendidih.
  8. Tambahkan bahan tambahan sebagai pelengkap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s